
Atmosfer megah menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (6/7/2025) malam, ketika Piala Presiden 2025 secara resmi dibuka.
Di hadapan 41 ribu penonton yang memadati stadion, kembang api menyala di langit Senayan, menandai dimulainya turnamen pra-musim paling prestisius di Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, serta Ketua Steering Committee (SC) Maruarar Sirait bersama-sama menekan tombol simbolis pembukaan, dilanjutkan dengan penampilan spesial dari Lyodra Ginting dan aksi juggling ribuan anak sekolah sepak bola.
Namun, di balik kemeriahan malam pembukaan, ada catatan penting dari Maruarar Sirait, pria yang akrab disapa Ara, yang menegaskan prinsip utama turnamen ini sejak awal berdiri, tanpa uang negara.
“Kami menunjukkan Piala Presiden dari awal sampai sekarang, sejak 2015, tidak pernah memakai uang negara, APBN, APBD, BUMN, dan BUMD. Semuanya dari komersial, dari private sector,” ujar Maruarar dalam laporannya.
Komitmen itu dibuktikan kembali tahun ini. Hingga Sabtu (5/7/2025), jumlah sponsor yang masuk mencapai Rp65 miliar.
Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh Ara setelah ia meninjau kesiapan SUGBK untuk pertandingan perdana. Ia menyebut tambahan terbaru berasal dari Indofood, yang menyumbang Rp10 miliar.
“Saya senang setelah mengecek bagian keuangan. Dengan rendah hati, saya sampaikan barusan saya menerima telepon, Indofood masuk Rp10 miliar,” ungkapnya.

Turnamen edisi ketujuh ini menghadirkan enam tim, termasuk klub asal Inggris Oxford United FC yang diperkuat Marselino Ferdinan dan Ole Romeny, serta Thai Port FC dari Thailand yang memiliki Asnawi Mangkualam.
Dari dalam negeri, Arema FC, Persib Bandung, Dewa United, dan Liga Indonesia All-Star ikut berpartisipasi.
Pertandingan pembuka mempertemukan Oxford United dengan Liga Indonesia All-Star, yang dihuni pemain lokal pilihan. Laga berlangsung seru meski berakhir pahit bagi tim tuan rumah.
Sempat tertinggal cepat di menit ke-5, Indonesia All-Star menyamakan kedudukan melalui aksi Ricko Simanjuntak. Namun, pertandingan berakhir dengan skor 6-3 untuk keunggulan Oxford.
Tak hanya soal pertandingan, semangat inklusivitas juga terasa di area luar stadion. Panitia menyediakan 100 booth UMKM gratis di SUGBK dan 100 lainnya di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, tempat lanjutan turnamen akan digelar.
“Piala Presiden sejak edisi pertama sama sekali tidak menggunakan dana APBN maupun APBD. Hingga hari ini sponsor yang masuk sudah mencapai Rp65 miliar. Tidak ada uang negara, tidak dari APBN, tidak dari sponsor BUMN. UMKM bisa berjualan tanpa membayar uang sewa,” tegas Maruarar.
Turnamen yang hanya digelar selama sepekan ini menawarkan total hadiah sebesar Rp11,5 miliar, meningkat Rp500 juta dibandingkan edisi sebelumnya.
Juara pertama akan membawa pulang Rp5,5 miliar, disusul runner-up Rp3 miliar, peringkat ketiga Rp2 miliar, dan seterusnya hingga posisi keenam yang mendapatkan Rp100 juta.
Seluruh pertandingan Piala Presiden 2025 disiarkan langsung oleh Emtek Group melalui berbagai platform seperti Indosiar, Vidio, Nex Parabola, dan Sin Po TV, memastikan jutaan penonton di seluruh Indonesia tetap terhubung dengan atmosfer turnamen para juara ini.