
BANDUNG — Piala Presiden 2026 resmi memasuki edisi kedelapan sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2015 silam. Bagi Persib Bandung, turnamen ini memiliki ikatan historis dan tempat tersendiri di hati para Bobotoh. Pasalnya, Maung Bandung merupakan tim pertama yang keluar sebagai kampiun sejarah edisi perdana di tahun 2015 setelah menumbangkan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kini, setelah sebelas tahun berlalu sejak momen manis tersebut, Persib Bandung kembali membidik target tertinggi di turnamen edisi tahun 2026. Perjuangan Pangeran Biru akan dimulai di fase Grup A, di mana mereka bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Ujian pertama skuad asuhan Igor Tolic adalah menghadapi rival lama, Arema FC, pada laga pembuka yang digelar Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 19.30 WIB. Selain Arema, grup ini melahirkan atmosfer internasional mini dengan hadirnya DPMM FC asal Brunei Darussalam serta wakil Singapura, Tampines Rovers.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, memastikan turnamen pramusim edisi ke-8 ini akan disajikan secara modern untuk menjaga marwah turnamen sebagai tontonan sepak bola kelas satu di Indonesia.
“Kita akan tampilkan tontonan dari pembukaan hingga final yang berkelas dan berkualitas,” ujar Tsamara Amany saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dengan format kompetisi yang hanya meloloskan juara dan runner-up grup ke semifinal, setiap pertandingan di fase grup dipastikan berjalan layaknya partai final. Dukungan penuh Bobotoh di Si Jalak Harupat diharapkan menjadi modal berharga bagi Persib Bandung untuk melewati adangan Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers demi membawa trofi Piala Presiden kembali pulang ke Bumi Pasundan.