BOBOTOH MAUNG

Syarat Pembelian Tiket Persib Rumit, Bobotoh: Seperti Mau Daftar Pinjol!

the bombs persib maung bandung id
Biro Humas, Agitasi dan Propaganda The Bombs Persib Supporter, Bian Effendi

MAUNG BANDUNG ID – Bian Effendi menilai cara penjualan tiket Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh di Stadion Jalak Harupat beberapa waktu lalu tak serumit penjualan tiket Persib.

Piala Presiden 2022 seharusnya menjadi waktu yang tepat bagi Persib Bandung dengan inovasi yang dimilikinya. Dari mulai bermitra dengan perusahaan blockchain hingga menerapkan seratus persen tiket online.

Sayangnya dengan inovasi tiket yang dijual seratus persen online ini tidak sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan. Kondisi Ini tentunya mengundang banyak kekecewaan dari para Bobotoh, seperti yang diutarakan Biro Humas, Agitasi dan Propaganda The Bombs Persib Supporter, Bian Effendi, Sabtu (11/6/2022).

Bian menegaskan pihaknya tidak puas dengan sistem penjualan tiket Persib untuk Piala Presiden 2022. Ketidakpuasannya itu berangkat dari sejumlah faktor.

“Sangat kecewa dengan Panpel (Persib) Piala Presiden 2022. Sosialisasi teknis dan regulasi pembelian tiket seratus persen online yang sangat minim dan cenderung mendadak sehingga membuat sulitnya dan lambatnya verifikasi dari para Bobotoh,” ujar Bian Effendi.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua The Bombs Korda Kabupaten Bandung Barat itu pun mengeluhkan rumitnya persyaratan untuk membeli tiket. Ia menilai cara penjualan tiket Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh di Stadion Jalak Harupat beberapa waktu lalu tak serumit penjualan tiket Persib.

“Terlalu banyaknya persyaratan untuk pembelian tiket yang hampir sama dengan cara-cara peminjaman (uang) di aplikasi online membuat was was sebagian calon pembeli tiket terkait privasi dokumentasi yang di-upload. Padahal penjualan tiket untuk Timnas tidak seperti itu,” cetusnya.

“Panpel dirasa kurang melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait secara maksimal menyebabkan kepastian venue pertandingan dan perizinan terlihat lambat,” lanjut Bian.

Baca Juga

Robert Alberts Waspadai Hal Ini dari Bali United

Tanpa 6 Pemain Persib Siap Ladeni Perlawanan Bali United

Poin lain yang disorotinya adalah jumlah kuota penonton yang tak sesuai dengan ketentuan dari operator kompetisi dan federasi. PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI sebetulnya sudah mengizinkan kehadiran suporter sebesar 75 persen dari total kapasitas stadion.

Hasil rapat koordinasi pihak penyelenggara dan stakeholder pada Jumat (10/6/2022) memutuskan sebanyak 15.500 penonton dalam laga Persib kontra Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Ahad (12/6/2022).

Dengan angka tersebut artinya Panpel hanya mengalokasikan kurang dari 50 persen saja dari total kapasitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang mencapai 38.000 kursi. Artinya, hanya tribun bawah yang akan digunakan oleh Persib untu menjamu penonton yang hadir di stadion.

“Dan kekecewaan yang sangat besar adanya kuota atau jatah komunitas Bobotoh yang turun sangat drastis. Hanya sepertiganya dari kuota normal sehingga tidak mengakomodir animo Bobotoh yang mau menonton,” tegas Bian.

“Kami pun tahu regulasi tersebut sebagai langkah Panpel dalam mengikuti Prokes dan faktor keamanan. Namun angka kuotanya sangat jauh dari ekspektasi keadilan,” pungkasnya.

Baca Juga

Persib Resmi Rekrut Daisuke Sato, Teka-teki Pemain Asia Terjawab

Persib Gaet Sponsor Anyar Kelas Dunia, Samai FC Barcelona dan AC Milan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in BOBOTOH MAUNG