MAUNG NASIONAL

Tak Didukung Pemkab, Program Tim Sepakbola Putri Kabupaten Bandung Terhambat

tim sepakbola putri kabupaten bandung
Tim sepakbola putri Kabupaten Bandung / Diki Purnama
MAUNG BANDUNG ID – Ia menilai pemerintah daerah, dalam hal ini Dispora Kabupaten Bandung, seolah enggan memperjuangkan para atlet.

Jelang bergulirnya babak kualifikasi Porprov XIV Jawa Barat 2022, sejumlah daerah mulai intens mempersiapkan timnya demi meraih hasil terbaik dan lolos ke babak utama tahun depan. Begitu juga dengan tim sepakbola putri Kabupaten Bandung.

Namun, di saat daerah-daerah lain telah memasuki tahap pemusatan latihan, tim sepakbola putri Kabupaten Bandung justru masih kelimpungan mencari tempat berlatih. Hal itu tentu saja menghambat program yang telah dirancang tim pelatih.

Kondisi ini sangat disesalkan Sandi Nur Muhammad selaku pelatih kepala tim sepakbola putri Kabupaten Bandung. Alhasil, hingga kini ia belum bisa menggelar latihan untuk anak-anak asuhnya. Menurutnya, Kabupaten Bandung memiliki fasilitas olahraga yang memadai namun tak kunjung bisa digunakan.

“Itu dia, kurangnya perhatian pemerintah daerah untuk tim sepakbola putri sangat menghambat. Padahal kita punya Jalak (Stadion si Jalak Harupat -red), tapi tidak bisa dipakai dengan alasan PPKM. Padahal kita membawa nama daerah dalam ajang nanti,” papar Sandi kepada Maung Bandung ID, Sabtu (24/4/2021).

“Terlebih mungkin pemerintah bisa membuat peraturan khusus yang dibuat untuk menggelar latihan walaupun statusnya sedang PPKM, apalagi pemain dan pelatih sudah divaksin dan kami siap juga menjaga Protokol Kesehatan nantinya,” lanjutnya.

Ia menilai pemerintah daerah, dalam hal ini Dispora Kabupaten Bandung, seolah enggan memperjuangkan para atlet. Sandi menyebut pemerintah Kabupaten Bandung seharusnya bisa mengeluarkan regulasi khusus terkait PPKM kepada para atlet seperti yang dilakukan Kota Bandung.

Simak Juga

Defisit Dua Gol, Persib Akan Lebih Termotivasi

Robert Alberts: Dalam Sepakbola Tidak Ada Kamus Menyerah!

“Pemerintah Kota (Bandung) memberikan peraturan khusus kan bisa, kenapa Kabupaten (Bandung) tidak bisa, toh itu juga untuk nantinya membawa nama daerah,” cetus Sandi.

“Harapan kami kepada Dispora tolong berikan perhatian kepada tim sepakbola. Kami juga tidak meminta lebih, kami hanya ingin tolong fasilitas sarana dan prasarana untuk latihan kami. Karena ini juga kan kami membawa nama Kabupaten Bandung nantinya,” ujarnya.

Akibat terkendala tempat berlatih, program latihan yang seharusnya sudah masuk ke taktik, pola dan pengembangan permainan, menjadi stagnan. Sandi menjelaskan anak-anak asuhnya sejauh ini masih berkutat di seputar resistensi dan teknik dasar lantaran terkendala kondisi di atas.

“Iya, bagaimana bisa kita menampilkan yang terbaik kalau sarana untuk latihan juga tidak ada. Sekarang kami sudah membuat program latihan mandiri untuk pemain supaya bisa berlatih sendiri di rumah dengan program yang kami berikan untuk menjaga kebugaran pemain,” paparnya.

“Opsi lain kami mungkin ingin mencari lapangan selain di Jalak, daripada tidak sama sekali latihan. Tapi mudah-mudahan saja Pemerintah Kabupaten Bandung bisa memfasilitasi di Jalak supaya lebih maksimal untuk mempersiapkan tim dengan kualitas lapang yang memadai,” harap Sandi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in MAUNG NASIONAL