MAUNG BANDUNG ID – Hingga kini nasib kompetisi sepakbola Indonesia masih mengundang tanda tanya dari banyak pihak, terutama dari para pelaku industri si kulit bundar tanah air. Sejak Maret tahun lalu kompetisi Liga 1 dan Liga 2 mati suri akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda.
Pertemuan PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI dan klub kontestan Liga 1 pada Jumat (15/1) kemarin belum menjawab inti masalah, kapan dan bagaimana kompetisi sepakbola nasional bisa kembali bergulir. Namun federasi, operator liga dan klub kini memiliki secercah harapan setelah program vaksinasi Covid-19 diluncurkan pemerintah beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu pun dihasilkan poin yang salah satunya meminta alokasi vaksin untuk seluruh pihak yang terlibat dalam industri sepakbola. General Coordinator Local Organizing Commitee (LOC) Persib Bandung, Budhi Bram Rachman, melihat kehadiran vaksin sebagai salah satu solusi untuk menyelenggarakan acara yang melibatkan orang banyak di tengah pandemi.
“Vaksin Covid ini kan sebagai ikhtiar, setidaknya untuk mengurangi semakin berkembangnya Covid-19, jadi semakin menambah kepedean penyelenggaraan event apapun, khususnya sepakbola,” tutur Budhi Bram kepada Maung Bandung ID, Minggu (17/1/2021).
Simak Juga
Kapan Pemain Persib Berkumpul? Begini Jawaban Manajemen
Belanda Tak Spesial, Nick Kuipers Sebut Atmosfer Sepakbola Indonesia Lebih Hidup
Kendati begitu, pria yang menggemari musik jazz fusion tersebut tetap mengingatkan pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan. Pasalnya, angka penyebaran virus corona tak serta-merta bisa hilang dengan hanya mengandalkan vaksin.
“Saya sangat berharap bahwa vaksin Covid-19 ini benar-benar efektif dan pelaksanaannya didukung oleh semua lapisan masyarakat termasuk Bobotoh, meskipun dengan adanya vaksin harus tetap menjaga Protokol Kesehatan sampai benar-benar dinyatakan bebas dari Covid,” lanjutnya.
Sebagai sosok yang memegang peran vital di balik kelancaran penyelenggaraan pertandingan kandang Persib, pihaknya menjamin Protokol Kesehatan akan diperhatikan secara ketat apabila kompetisi dapat digelar seperti wacana yang diusung LIB dan PSSI.
“Seandainya digelar, tentu Panpel bakal jalankan prokes, karena PSSI/LIB sudah mengeluarkan regulasi Prokes penyelenggaraan sepakbola dan ini pasti harus dilakukan oleh penyelenggara liga resmi di klub manapun. Saya berharap liga segera berlanjut karena sepakbola sebagai hiburan masyarakat banyak,” imbuh Budhi Bram.
(REPORTER: ZEZE IVAL / EDITOR: SANGGA HANGGORO)