
BANDUNG — Klub raksasa sepak bola tanah air, Persib Bandung, kembali menunjukkan kelasnya sebagai pionir dalam pengelolaan hubungan publik (Public Relations) dan kampanye kreatif. Menyambut kompetisi musim 2026/2027, Persib meluncurkan kampanye inovatif bernama Positive Movement. Sebuah gerakan yang mengubah paradigma konvensional mengenai cara klub sepak bola berinteraksi dengan basis masanya.
Manifestasi terbaru dari kampanye ini terlihat dalam acara pengenalan dua rekrutan anyar mereka, Sandy Walsh dan Luka Menalo, di Graha Persib, Kamis (2/7/2026). Bukannya menggelar konferensi pers mewah yang eksklusif, Persib justru mengemas perkenalan bintang baru tersebut melalui aksi sosial donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari pola pengenalan unik yang diusung Persib belakangan ini. Sebelumnya, bek asing Gabriel Mutombo diperkenalkan ke publik melalui aksi nyata bertajuk Bike to Work (B2W). Kini, lewat aksi donor darah, Persib sukses menyilangkan agenda strategis klub dengan pemenuhan kebutuhan riil masyarakat—yakni menipisnya stok kantong darah di Kota Bandung.
Melalui Positive Movement, Persib berupaya menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih inklusif, relevan, dan membumi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Manajemen ingin memanfaatkan momentum atensi publik yang tinggi saat bursa transfer untuk menggerakkan Bobotoh dan masyarakat luas agar terlibat langsung dalam aktivitas sosial yang bermanfaat.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono, mengungkapkan bahwa klub di era modern harus mampu melampaui batas-batas pertandingan 90 menit di atas lapangan.
“Yang tidak kalah penting, Persib juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan. Kami ingin Bobotoh memahami bahwa Persib bukan hanya sebuah tim sepak bola, tetapi juga bagian dari masyarakat. Semoga kolaborasi dengan PMI ini dapat terus memberikan manfaat karena kebutuhan darah di Kota Bandung masih sangat tinggi,” tutur Kuswara.
Pendekatan kreatif yang dilakukan Persib ini mendapat sambutan hangat dari Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto. Ade menyebut sinergi ini melahirkan dorongan moral yang kuat di masyarakat. Ia berharap antusiasme Bobotoh dalam mendukung Persib di stadion bisa bertransformasi secara linier menjadi antusiasme dalam mendonorkan darah secara rutin.
Dengan diperkenalkannya Sandy Walsh dan Luka Menalo di tengah-tengah ratusan Bobotoh yang sedang mengantre untuk mendonorkan darah, Persib Bandung berhasil menanamkan nilai baru (value creation) dalam industri sepak bola nasional. Skuad berjuluk Pangeran Biru ini membuktikan bahwa sepak bola memiliki kekuatan magis untuk menginspirasi, mengedukasi, sekaligus menghadirkan dampak positif yang masif bagi lingkungan sekitar.