
Di tengah lautan Bobotoh yang memadati Gedung Sate Bandung pada Minggu, 25 Mei 2025, semangat kebanggaan terhadap Persib menyatu bukan hanya dalam sorak-sorai juara, tapi juga dalam kenangan dan penghormatan terhadap sejarah.
Salah satu momen paling menyentuh dalam perayaan tersebut adalah hadirnya para legenda Persib, termasuk pelatih legendaris Indra M. Tohir atau yang akrab disapa Abah Tohir.
Dengan kharisma yang tak lekang oleh waktu, Abah Tohir berdiri bersama sejumlah mantan pemain seperti Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Robby Darwis, dan lainnya.
Mereka semua didaulat naik ke atas panggung saat menunggu kedatangan rombongan juara Persib.
Momen tersebut seolah menjadi jembatan emosional antara generasi emas masa lalu dengan kesuksesan yang diraih Persib masa kini.
Meski pernah merasakan euforia luar biasa ketika membawa timnya back to back juara pada era Kompetisi Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95, para legenda tak bisa menyembunyikan perasaan mereka di hadapan ribuan Bobotoh hari itu.
“Jujur, kami tetap merinding. Terima kasih untuk Persib yang telah mengundang kami pada momen spesial ini,” ungkap Yusuf Bachtiar yang juga mengajak Bobotoh untuk terus mendukung dengan cara yang ksatria.
Abah Tohir sendiri mengapresiasi capaian tim Persib di bawah asuhan Bojan Hodak, yang berhasil meraih gelar juara dua musim beruntun. Prestasi itu, menurutnya, tak lepas dari kualitas manajemen, pelatih, dan pemain yang terus berkembang.
“Menurut saya, ini karena memang metode (pengelolaan klub), kualitas pemain, dan sebagainya sudah banyak yang bagus. Selamat, karena artinya mereka (Persib) berjuang terus untuk mencapai prestasi tinggi,” ujarnya.
Meski catatan sejarah menempatkannya sebagai pelatih pertama yang membawa Persib back to back juara, termasuk pernah dinobatkan sebagai pelatih terbaik edisi bulanan AFC saat membawa Persib ke Piala Champions Asia, Abah Tohir menanggapinya dengan rendah hati.
“Ya itu (penilaian) mereka, silakan saja. Buat saya, (keberhasilan) itu kuncinya latihan. Ya alhamdulillah, zaman saya juga sudah ada hasilnya,” kata dia.
Kehadiran sosok-sosok yang dulu mengukir kejayaan, bersanding dalam satu panggung dengan para pemain generasi baru, menjadi simbol keberlanjutan tradisi emas Persib.
Sebuah warisan yang tak hanya dibangun lewat trofi, tapi juga oleh rasa hormat, perjuangan, dan semangat yang tak pernah padam dari generasi ke generasi.