MAUNG BANDUNG

VPC Gelar Syukuran Hari Jadi Persib, Diskusi Perubahan Tanggal Lahir Masih Beranjut

cover: maungbandung.id

Persib Bandung merayakan hari jadinya yang ke-92 pada 14 Maret 2025, tetapi di tengah perayaan itu, polemik mengenai perubahan tanggal lahir klub masih menyisakan perdebatan.

Meski manajemen Persib telah menetapkan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi baru, banyak Bobotoh yang tetap menganggap 14 Maret 1933 sebagai momen historis yang tak tergantikan.

Kelompok suporter terbesar Persib, Viking Persib Club (VPC), tetap menggelar perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sejak pergantian hari, mereka berkumpul di sekretariatnya di Jalan Gurame, Kota Bandung. Pada sore harinya, acara dilanjutkan dengan berbagi takjil dan buka puasa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Persib.

Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar, menegaskan bahwa perayaan ini lebih dari sekadar tradisi, tetapi juga bentuk kecintaan mereka terhadap Persib.

“Ini rangkaian ya sebenernya dari kemarin malam, kemarin malam ngumpul di Gurame jam 12 terus dilanjut hari ini sore berbagi takjil terus tumpeng do’a bersama sama dan perayaan suporter,” ujar Tobias, dikutip dari situs Simamaung.

Namun, di tengah perayaan itu, jejak kritik terhadap perubahan hari jadi Persib tetap terlihat di sudut-sudut Kota Bandung.

Aksi vandalisme di Flyover Kusumaatmadja atau Flyover Pasupati, dengan coretan angka ‘1933’, menjadi simbol perlawanan diam-diam dari sebagian suporter yang tidak setuju dengan keputusan manajemen.

Sejak perubahan ini diumumkan pada 17 Desember 2023 oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), gelombang protes terus terjadi meski akhirnya gugatan hukum terhadap perubahan tanggal lahir Persib kandas di Pengadilan Negeri Bandung pada Oktober 2024.

VPC pun tidak menutup mata terhadap polemik yang masih bergulir ini. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, mereka akan mengadakan diskusi pada 16 Maret 2025 dengan menghadirkan perwakilan PT PBB serta tim peneliti dari Universitas Padjadjaran yang terlibat dalam penelitian sejarah klub.

“Lanjut hari Minggu diskusi mengenai hari jadi Persib yang Insya Allah dihadiri juga perwakilan dari PT PBB dan peneliti, dan ada santunan anak yatim,” kata Tobias.

Sejarah baru yang disusun berdasarkan temuan akademis, seperti artikel di koran ‘Kaoem Moeda’ edisi 7 Januari 1919 yang menyinggung pembentukan Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond, memang memberikan perspektif baru tentang awal mula Persib.

Namun, bagi banyak suporter, sejarah emosional yang melekat pada tanggal 14 Maret 1933 sulit digantikan begitu saja.

“Terlepas dari adanya kontroversi mengenai hari lahir Persib, tapi kan kita sudah terbiasa merayakan di 14 Maret 1933, jadi lebih ke bentuk rasa syukur kita terhadap tim kebanggaan kita di hari itu,” ujar Tobias menutup perbincangan.

Dengan polemik yang masih mengiringi, perayaan hari jadi Persib tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar momen perayaan—melainkan juga refleksi atas sejarah dan identitas klub yang terus berkembang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in MAUNG BANDUNG