
Ahmad Agung Setiabudi kini resmi bergabung dengan Persib Bandung sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri hingga akhir musim Liga 1 2024/2025.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pelatih Bojan Hodak untuk memperkuat lini tengah Persib setelah dua pemain andalannya, Dedi Kusnandar dan Rachmat Irianto, harus absen karena cedera.
Sebagai seorang gelandang bertahan yang lahir di Demak pada 9 Maret 1996, Ahmad Agung membawa pengalaman berharga dari berbagai klub besar di Indonesia.
Kehadirannya di Persib diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Dedi dan Rachmat, yang tengah dalam proses pemulihan.
Keputusan merekrut Ahmad Agung diambil dengan penuh pertimbangan oleh manajemen Persib. Adhitia Putra Herawan, Sporting Director PT Persib Bandung Bermartabat, mengungkapkan bahwa rekomendasi dari Bojan Hodak menjadi faktor kunci dalam kesepakatan ini.
“Untuk mengantisipasi waktu pemulihan cedera Dedi Kusnandar dan Rachmat Irianto, Bojan meminta manajemen untuk meminjam Ahmad Agung dari Persik. Alhamdulillah, Persib dan Persik mencapai kata sepakat,” ungkap Adhitia.
Meskipun hanya tampil dalam dua pertandingan bersama Persik pada putaran pertama Liga 1 musim ini, Ahmad Agung memiliki rekam jejak yang cukup menjanjikan.
Sebelumnya, ia pernah memperkuat Tim Nasional Indonesia pada tahun 2021, menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain yang mampu bersaing di level tinggi.
Ahmad Agung juga memiliki pengalaman berharga saat bermain untuk PSIS Semarang, Bali United, dan PSM Makassar.
Di PSM, ia sempat merasakan bimbingan langsung dari Bojan Hodak, yang kini menjadi pelatih Persib.
Pengalaman ini diharapkan membantu Ahmad beradaptasi dengan cepat dalam formasi dan strategi baru di Persib.
“Kita berharap, sesuai dengan ekspektasi tim pelatih, Ahmad Agung bisa memberikan kontribusi positif untuk Persib sepanjang putaran kedua kompetisi Liga 1 musim 2024/2025,” tambah Adhitia.
Bagi Ahmad Agung, bergabung dengan Persib bukan hanya tentang mengisi kekosongan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membuktikan diri di situasi minimnya kesempatan bermain saat membela tim-tim sebelumnya.