
BANDUNG – Hasil imbang 2-2 kontra Dewa United pada Senin (20/4) menjadi alarm keras bagi PERSIB dalam misi mempertahankan takhta klasemen. Meski berhasil mencuri satu poin secara dramatis, performa Maung Bandung yang sempat tertinggal dua gol menunjukkan bahwa jalan menuju tangga juara Super League 2025/26 tidak akan semudah membalikkan telapak tangan.
Unggul jumlah pemain sejak menit ke-63 seharusnya menjadi momentum bagi anak asuh Bojan Hodak untuk membalikkan keadaan sepenuhnya. Namun, rapatnya barisan pertahanan lawan dan penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat gempuran bertubi-tubi di sisa laga—termasuk tambahan waktu 9 menit—hanya berbuah satu gol penyeimbang dari Andrew Jung.
Dengan selisih poin yang kian menipis menjadi hanya dua angka dari Borneo FC di posisi kedua, PERSIB tidak lagi memiliki ruang untuk bermain “setengah gas”. Setiap poin yang hilang di fase ini bisa menjadi penentu nasib di akhir musim.
Kini, Bojan Hodak resmi menyamai rekor 200 poin sang legenda Indra Thohir. Namun bagi Bobotoh, rekor individu tentu terasa hambar jika tidak dibarengi dengan konsistensi permainan tim yang meyakinkan di laga-laga sisa. Saatnya kembali fokus, perbaiki organisasi permainan, dan amankan mahkota juara!