
Menjelang laga pekan ke-22 Liga 1 2024/25 melawan PSIS Semarang, pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan bahwa timnya tidak boleh meremehkan lawan meskipun PSIS saat ini berada di posisi ke-13 klasemen sementara.
Ia mengingatkan bahwa kekalahan PSIS dari Dewa United di pekan sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan karena saat itu mereka kehilangan beberapa pemain.
Kini, dengan skuad penuh, PSIS dipastikan menjadi lawan yang lebih kuat dan terorganisir.
Bagi Hodak, menghadapi tim yang agresif di kandang sendiri bukanlah perkara mudah. Ia menilai PSIS tetap berbahaya, terutama karena memiliki pelatih yang mampu menyusun tim dengan baik.
“Bagi saya mereka tetap tim yang sulit dihadapi. Apalagi saat mereka bermain di kandang, mereka selalu agresif dan tajam. Ini akan jadi laga yang sulit. Pelatih mereka juga bagus, terlihat dari cara tim mereka bermain,” ujarnya.
Di tengah persiapan serius menghadapi PSIS, Hodak juga menyoroti pentingnya menjaga atmosfer ruang ganti agar tetap kondusif.
Ia menilai suasana yang baik dalam tim bisa menjadi faktor kunci dalam menjaga performa di lapangan. Menurutnya, keberadaan pemain humoris seperti Adam Alis, Gervane Kastaneer, dan Henhen Herdiana membantu menciptakan energi positif dalam tim.
“(Pemain humoris) Bagus untuk atmosfer di ruang ganti. Yang pertama, kamu butuh pemain bagus. Yang kedua, kalau dia juga ramah dan membawa suasana positif di ruang ganti, itu menjadi nilai tambah,” kata Hodak.
Meski dikenal sebagai pelatih yang tegas, Hodak mengakui bahwa ada kalanya ia perlu mencairkan suasana dengan bersenda gurau bersama para pemain dan ofisial.
Menurutnya, keseimbangan antara ketegasan dan kehangatan sangat penting agar tim bisa tetap bekerja secara maksimal.
“Terkadang memang harus begitu. Lebih mudah bekerja kalau suasananya baik, bukan? Tapi yang utama, mereka harus bekerja. Jika pemain bekerja dengan baik dan mengikuti arahan, suasana akan bagus. Kalau tidak, terkadang anda harus menaikkan suara agar mereka mendengarkan,” jelasnya.
Menjaga atmosfer tim yang harmonis menjadi salah satu perubahan terbesar yang ia lihat sejak musim lalu. Tanpa ikatan yang kuat di dalam tim, Hodak percaya sulit untuk mencapai hasil maksimal di lapangan.
“Ini penting. Tanpa atmosfer yang baik, kamu tidak bisa melakukan apapun. Jika pemain tidak menjadi seperti tim, seperti satu kesatuan, akan sangat sulit menciptakan sesuatu. Atmosfer ruang ganti saat ini lebih baik, dan menurut saya itulah perubahan terbesar sejak musim lalu,” katanya.
Dengan persiapan matang, kerja keras, dan suasana tim yang solid, Hodak berharap Persib bisa menjaga tren positif saat menghadapi PSIS Semarang di Stadion Jatidiri pada 9 Februari 2025.