
SAMARINDA – Menegangkan, emosional, dan heroik. Tidak ada kata lain yang mampu menggambarkan bagaimana PERSIB Bandung mempertahankan keunggulan 2-1 atas Persija Jakarta dalam laga hidup-mati di Stadion Segiri, Samarinda. Meski terus ditekan hingga detik terakhir, Maung Bandung berhasil menjaga marwah mereka sebagai pemimpin klasemen dengan koleksi 75 poin, sekaligus memutus napas perjuangan Persija dalam perburuan trofi musim ini.
Kemenangan ini lahir dari kaki Adam Alis yang mencetak dua gol krusial di babak pertama, menghapus keunggulan awal Macan Kemayoran. Namun, narasi utama di babak kedua adalah tentang “Tembok GBLA” yang pindah ke Samarinda dalam diri Teja Paku Alam. Sejak menit ke-50, Persija membombardir gawang PERSIB melalui aksi Eksel Runtukahu dan Alaaeddine Ajarie. Ketegangan bahkan menjalar ke pinggir lapangan saat pelatih Bojan Hodak harus menerima kartu kuning akibat protes kerasnya demi menjaga konsentrasi tim.
Puncak drama terjadi di 15 menit terakhir. Setelah kehilangan Layvin Kurzawa yang cedera, PERSIB praktis bermain di bawah tekanan hebat. Stadion Segiri seolah miring ke arah gawang PERSIB. Pada menit-menit kritis, Teja Paku Alam melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tendangan jarak jauh Ajarie yang hampir pasti berbuah gol. Tambahan waktu enam menit terasa seperti selamanya bagi Bobotoh yang menyaksikan dari jauh. Ketika peluang terakhir dari Allano dan Bruno Tubarao berhasil dipatahkan, barulah napas lega bisa dilepaskan. PERSIB menang, PERSIB berjaya, dan jalur menuju takhta juara kini terbuka lebar di depan mata.