MAUNG BANDUNG

Di Tengah Pemusatan Latihan, Dewangga Temukan Ritme dan Posisi Nyaman

foto: persib.co.id/Barly Isham

Pemusatan latihan Persib Bandung di Thailand sejak 17 Juli 2025 tidak hanya menjadi ajang persiapan fisik dan taktik, tetapi juga mempererat hubungan antarpemain serta memperjelas peran setiap individu di lapangan.

Salah satu pemain yang merasakan manfaat besar dari program ini adalah Alfeandra Dewangga Santosa.

Bek yang akrab disapa Dewa ini mengaku bahwa setelah lebih dari sepekan bersama di Thailand, suasana tim menjadi lebih akrab dan kekompakan mulai terjalin dengan baik.

“Suasananya akrab, karena kami sudah kumpul satu minggu lebih. Banyak juga yang sudah pernah main bareng,” ujarnya di Bangkok, Selasa (22/7).

Kehadiran pemain baru seperti Frans Putros pun menjadi bagian dari proses adaptasi yang sedang berlangsung. Dewa menyadari pentingnya pendekatan personal, terutama terhadap rekan-rekan baru di skuad.

“Paling yang masih belum terlalu dekat itu (Frans) Putros, karena dia baru datang, jadi kami harus mulai pendekatan lagi,” tambahnya.

Selain adaptasi dalam hal chemistry tim, Dewa juga terus menyesuaikan diri dengan skema permainan dan peran yang diberikan oleh pelatih Bojan Hodak.

Dalam hal posisi bermain, Dewa secara pribadi merasa paling nyaman bermain sebagai bek tengah, peran yang kini rutin dijalaninya dalam tiga hingga empat musim terakhir.

“Karena sudah tiga sampai empat musim terakhir, saya lebih nyaman di (bek) tengah. Karena juga sesuai arahan pelatih yang memang menugaskan saya untuk bermain di tengah,” ungkapnya.

Perjalanan posisi bermain Dewa memang cukup beragam. Ia mengawali kariernya sebagai penyerang dan pemain sayap, lalu dipindah menjadi bek kiri saat bergabung dengan PPLP Jawa Tengah.

Tak hanya itu, ia pun sempat menjajal posisi gelandang serang sebelum akhirnya menetap di lini belakang.

“Kalau posisi awal waktu pertama kali main bola sebenarnya di wing (sayap). Awalnya jadi penyerang. Masuk PPLP Jawa Tengah, saya mulai dimainkan di posisi bek kiri. Terus sempat dicoba juga di posisi stoper. Pernah juga dimainkan sebagai pemain nomor sepuluh,” jelas pemain asal Semarang ini.

Meski punya preferensi pribadi, Dewa tetap menyerahkan keputusan akhir kepada pelatih.

“Tergantung pelatih. Karena tiap pelatih punya karakter dan kebutuhan yang berbeda-beda,” katanya.

Dengan sisa waktu beberapa hari sebelum pemusatan latihan berakhir pada 27 Juli nanti, Dewa berharap kekompakan yang sudah terbangun bisa semakin kuat.

Baginya, kejelasan peran dan kedekatan dengan rekan-rekan satu tim akan menjadi modal penting menghadapi kompetisi musim ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in MAUNG BANDUNG