
Dengan hanya membutuhkan dua poin lagi untuk mengunci gelar juara Liga 1 2024/25, Persib tak hanya mendekati trofi, tetapi juga sejarah yang akan tercatat dalam dua dimensi, klub dan individu.
Salah satu pemain yang merasakannya secara langsung adalah Victor Igbonefo. Bek senior Persib ini menyatakan hasrat dan antusiasmenya untuk kembali meraih gelar bersama timnya.
“Luar biasa. Aku bisa katakan aku beruntung. Ini anugerah dari Tuhan dan juga dedikasi aku. Sebab, dengan dedikasi juga anda bisa kunci (gelar juara). Aku sangat senang,” ujar Igbonefo saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa, 29 April 2025.
Persib kini berada di ambang back to back juara yang sarat makna. Jika target dua poin dalam empat laga tersisa bisa dipenuhi, termasuk laga terdekat melawan Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, Jumat, 2 Mei 2025, maka tim asuhan Bojan Hodak ini akan menorehkan pencapaian yang belum pernah diraih sejak era pertengahan 90-an.
Kala itu, Persib sukses menjuarai dua model kompetisi berbeda secara beruntun: Perserikatan 1993/1994 dan Liga Indonesia I 1994/1995 di bawah asuhan pelatih legendaris Indra M. Tohir.
Namun, jika musim ini ditutup dengan gelar juara, maka Persib akan untuk pertama kalinya menjuarai Liga 1 dalam format kompetisi penuh dua musim berturut-turut.
Igbonefo sendiri tak hanya melihat ini sebagai pencapaian kolektif. Bagi bek naturalisasi ini, gelar musim ini akan menjadi trofi kelimanya sepanjang karier di Liga Indonesia—sebuah catatan istimewa dalam perjalanan panjangnya.
Sebelumnya, ia telah mengangkat tiga trofi bersama Persipura (2005, 2008/2009, 2010/2011), dan satu lagi bersama Persib musim lalu (2023/2024).
Tak heran jika Igbonefo menyebut momen ini sebagai bentuk anugerah dan dedikasi yang panjang. Dengan tekad kuat, ia berkomitmen untuk mengamankan dua poin yang dibutuhkan dan membawa Persib serta dirinya sendiri pada lembar sejarah berikutnya.