
BANDUNG — Langkah inovatif ditunjukkan Persib Bandung dalam mentransformasi klub menuju standar penyelenggaraan pertandingan yang ramah lingkungan. Berkolaborasi dengan Jubelo, Persib berhasil membuktikan bahwa laga sepak bola skala besar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dapat diselenggarakan secara bertanggung jawab melalui tata kelola sampah yang terukur dan sistematis.
Keberhasilan mengelola 65.434 kilogram sampah sepanjang musim 2025/2026 menjadi wujud nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular di industri olahraga nasional. Stadion kini tidak lagi sekadar menjadi arena duel lapangan hijau, melainkan bertransformasi menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.
Chief Marketing Officer (CMO) Jubelo, Fahmi Abdul Aziz, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan manajemen Pangeran Biru.
“Kolaborasi bersama PERSIB menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola berskala besar dapat dilakukan secara terukur, sistematis, dan memberikan dampak nyata. Keberhasilan mengelola lebih dari 65 ton sampah merupakan hasil dari komitmen bersama, kedisiplinan operasional, serta meningkatnya partisipasi seluruh pihak yang terlibat,” terang Fahmi.
Fahmi menekankan pentingnya peran strategis stadion sebagai wadah perubahan sosial dalam pengelolaan sampah.
“Kami percaya stadion memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi lokasi pertandingan. Stadion dapat menjadi ruang edukasi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan PERSIB dalam menghadirkan standar baru penyelenggaraan pertandingan yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.
Ke depannya, Persib Bandung dan Jubelo berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi program sustainability demi menciptakan dampak sosial serta lingkungan yang dapat dirasakan oleh Bobotoh dan masyarakat luas.