
Awal musim seakan menjadi fase yang berulang bagi Persib Bandung. Dalam dua musim terakhir, performa tim ini baru stabil setelah melewati serangkaian laga awal yang tidak mulus.
Musim lalu, 2024/2025, lima pertandingan pertama menghasilkan dua kemenangan dan tiga kali imbang.
Performa meningkat tajam setelah pekan keenam, ketika Maung Bandung tidak terkalahkan hingga pekan ke-19.
Posisi puncak klasemen berhasil diamankan pada pekan ke-18, dan bertahan sampai kompetisi berakhir.
Jika menoleh lebih jauh ke musim 2023/2024, situasi awal justru lebih berat. Dari lima laga, Persib hanya mengantongi satu kemenangan, tiga hasil seri, dan sekali kalah.
Posisi tiga besar baru diraih pada pekan ke-13. Peringkat kedua diduduki pada pekan ke-15, sempat turun, lalu kembali konsisten sejak pekan ke-27 hingga akhirnya menutup musim dengan gelar juara pada babak final championship series. Itu menjadi trofi pertama bersama pelatih Bojan Hodak.
Polanya memperlihatkan bahwa meski sempat tersendat, Persib selalu bisa bangkit.
Namun, kondisi saat ini tidak sama. Persaingan papan atas jauh lebih ketat dan badai masih menghadang.
Bojan dituntut mencari formula baru, termasuk kemungkinan mendatangkan tambahan pemain sebelum akhir bulan, demi memperbaiki posisi di klasemen.