
Langkah Akademi Persib Putri di Piala Pertiwi 2025 berakhir di partai puncak. Bertanding di Lapangan UII Sleman, D.I. Yogyakarta, Senin, 10 November 2025, tim asuhan Imam Nurjaman harus mengakui keunggulan wakil Papua Pegunungan dengan skor tipis 0-1.
Satu-satunya gol di laga itu tercipta pada menit ke-89 lewat gol bunuh diri Sisil Meilani Putri.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Akademi Persib Putri sempat berada di bawah tekanan, namun tetap berupaya menekan balik melalui serangan cepat yang digalang oleh Neng Resti Agustiani dan rekan-rekan setimnya. Meski begitu, upaya itu belum membuahkan hasil.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Papua Pegunungan mendapat peluang emas lewat titik penalti di menit ke-67, tapi kiper Gadhiza Asnanza berhasil menggagalkan tendangan Feni Binbarek dan menjaga asa timnya.
Namun, jelang akhir laga, ketegangan berubah menjadi petaka ketika bola justru berakhir di gawang sendiri.
Meski gagal menjadi juara, baik pelatih maupun pemain sepakat bahwa perjuangan tim tidak boleh direduksi hanya karena hasil akhir. Imam Nurjaman menilai, para pemain telah menampilkan performa terbaiknya di laga final.
“Tetap harus disyukuri. Kita tahu, lawan main dengan sangat baik, begitupun kami. Semua pemain sudah berjuang dan harus diapresiasi tapi terbaik dari yang terbaik lah yang akan memenangi pertandingan,” kata Imam.
Sementara itu, Neng Resti Agustiani yang menjadi andalan di lini depan, mengakui betapa beratnya pertandingan final tersebut.
“Enggak bisa dipungkiri, ini pertandingan yang melelahkan. Menghadapi tim Papua Pegunungan yang secara fisik lebih baik, jadi lebih berat. Tapi yang pasti, semua pemain sudah memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Rasa kecewa itu sedikit terobati setelah Akademi Persib Putri dinobatkan sebagai tim fairplay, dan Neng Resti meraih gelar top skor Piala Pertiwi 2025 dengan torehan 16 gol, meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang berjumlah 7 gol.

“Alhamdulilah. Gelar top score ini Neng meraihnya secara back to back. Ini berkat kerja konsisten dalam latihan, dorongan para pelatih, doa orang tua dan pastinya berkat teman-teman di lapangan juga. Jadi, terima kasih buat semuanya,” ucapnya.
Pelatih Imam melihat perjalanan tim ini sebagai langkah maju bagi pembinaan sepak bola putri di Persib.
“Kami tidak pernah menyalahkan satu atau dua pemain tapi lebih melihat bahwa untuk sampai ke final, sudah menjadi hal positif karena untuk pertama kalinya, tim senior Persib Putri bisa berada di sini. Jika masih ada kesempatan, kami akan kembali lagi tahun depan,” tutupnya.