
Pengelolaan skuad menjadi perhatian serius Persin di musim 2025/2026. Manajemen memastikan setiap pemain memiliki ruang untuk berkembang, meski harus sementara waktu berkostum klub lain.
Dua nama senior, Henhen Herdiana dan Dedi Kusnandar, menjadi bagian dari strategi tersebut dengan status peminjaman.
Henhen, bek kanan yang sudah memperkuat Persib sejak 2016 dengan 127 penampilan resmi, dipastikan akan berseragam Persik Kediri.
Sementara itu, Dedi Kusnandar, sosok gelandang yang dikenal loyal sejak bergabung pada 2015, dipinjamkan ke Bhayangkara FC. Kedua peminjaman tersebut berlaku hingga akhir musim kompetisi.
Alasan teknis dan kebutuhan menit bermain menjadi pertimbangan utama. Henhen menghadapi persaingan ketat di sektor belakang setelah kedatangan Frans Putros, Al Hamra Hehanussa, Alfeandra Dewangga, dan Federico Barba.
Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT Persin Bandung Bermartabat menegaskan bahwa keputusan ini dilandasi oleh pertimbangan mendalam.
“Selain faktor teknis, Persib juga memiliki opsi dari deretan pemain muda seperti Kakang Rudianto dan Robi Darwis yang bisa dimainkan di posisi bek kanan. Kehadiran mereka sekaligus menguntungkan tim karena termasuk kategori pemain U-23 yang wajib diturunkan sesuai regulasi kompetisi. Karena itu, dengan mempertimbangkan faktor teknis, taktikal, kebutuhan tim, serta pengembangan karier pemain, Persib menyetujui permohonan Persik Kediri untuk meminjam Henhen di sisa musim ini,” katanya.
Situasi serupa dialami Dedi. Setelah pulih dari cedera panjang, menit bermainnya sangat terbatas karena harus bersaing dengan sederet gelandang seperti Luciano Guaycochea, Marc Klok, Adam Alis, Thom Haye, Robi Darwis, hingga Nazriel Alfaro.
Dari tiga laga awal musim ini, ia baru turun kurang dari lima menit melawan Semen Padang.
“Pada awal musim ini, Dado sudah kembali tampil setelah menjalani pemulihan panjang. Berdasarkan analisa tim pelatih, ia membutuhkan menit bermain yang lebih banyak untuk kembali ke performa terbaiknya. Atas dasar itu, Persib memutuskan menyetujui permohonan Bhayangkara FC,” ujar Adhitia.
Meski kini dipinjamkan, kontribusi keduanya tak bisa dilepaskan dari sejarah Persib. Henhen tercatat ambil bagian dalam keberhasilan meraih gelar back to back Liga 1 2023/2024 dan 2024/2025, sementara Dedi memiliki rekam jejak lebih panjang dengan gelar Piala Presiden 2015, dua trofi Liga 1, serta statusnya sebagai salah satu figur paling dihormati di ruang ganti.
“Kami berharap Henhen terus berkembang dan mampu menunjukkan performa terbaiknya bersama Persik Kediri, sehingga kariernya bisa semakin matang,” ujarnya.
“Dado adalah bagian penting dari sejarah Persib, dan ia tetap bagian dari masa depan klub ini. Kami percaya, melalui kesempatan bermain di Bhayangkara FC, ia akan semakin kuat dan kembali dengan energi baru untuk memberikan yang terbaik bagi Persib. Loyalitas dan dedikasinya tidak pernah diragukan, dan kami yakin Bobotoh memahami bahwa langkah ini adalah demi kebaikan pemain, tim, dan klub,” tegasnya.