MAUNG BANDUNG

Back to Back Champions Pertama di Bandung, Sejarah dan Emosi Menyatu di GBLA

foto: maungbandung.id/Riandhi Ramdhan

Suasana penuh euforia mewarnai Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu malam, 24 Mei 2025.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Persib mengangkat trofi juara kasta tertinggi sepak bola nasional di Kota Bandung, momen bersejarah yang terasa lebih istimewa karena diraih secara back to back usai menjuarai Liga 1 2023/24 dan kini 2024/25.

Keberhasilan Persib musim ini dikukuhkan sejak pekan ke-31, namun klimaks emosional baru benar-benar terasa ketika seluruh anggota skuad menerima medali dari jajaran PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan pihak sponsor Liga 1 2024/25, sebelum trofi akhirnya diangkat di hadapan puluhan ribu Bobotoh.

“Ini sangat mengharukan. Apalagi, tidak seperti tahun lalu, kali ini kita bisa mengangkat trofi juara secara back to back di Bandung. Saya bangga bisa menjadi saksi sejarah kejayaan Persib,” ujar Melania, seorang Bobotoh asal Riung Bandung, yang tak kuasa menahan air mata di tribun VIP Barat Utara.

Lagu “Persib champions again” menggema dari seluruh sudut tribun saat para pemain melakukan victory lap.

Sayangnya, pesta yang berlangsung semarak itu sedikit ternoda akibat penyalaan flare dan pitch invasion usai laga kontra Persis Solo.

Musim ini mencatat banyak rekor bersejarah bagi Persib. Selain berhasil meraih gelar secara beruntun, tim asuhan Bojan Hodak juga mencatatkan 69 poin dari 19 kemenangan, 12 imbang, dan hanya 3 kekalahan, unggul 8 poin dari Dewa United yang berada di posisi kedua.

Ini juga menjadi kali pertama Persib menjadi juara dalam format liga penuh sejak awal hingga akhir musim.

Kesuksesan ini menempatkan Hodak sejajar dengan pelatih legendaris Indra M. Tohir, yang membawa Persib menjuarai Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95.

Hodak menjadi pelatih asing pertama yang berhasil memberikan dua gelar liga berturut-turut untuk Persib.

Tak hanya prestasi tim, penghargaan individu juga turut melengkapi kejayaan Maung Bandung.

Tyronne del Pino dinobatkan sebagai pemain terbaik, sementara Hodak meraih predikat pelatih terbaik.

Del Pino dan Gustavo Franca pun masuk dalam susunan Best XI Liga 1 musim ini.

Pesta juara yang akhirnya bisa digelar di kandang sendiri menjadi penutup sempurna musim gemilang Persib, setelah sebelumnya selalu mengangkat trofi di luar Bandung, mulai dari Surakarta (1937) hingga Bangkalan (2024), kali ini sejarah benar-benar ditulis di rumah sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in MAUNG BANDUNG